
Masjid Al-Kautsar Mrincingan
Membangun komunitas yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, serta menjadi mercusuar ilmu dan amal di Dusun Mrincingan.
Infaq & Donasi
Salurkan infaq dan donasi Anda untuk mendukung operasional dan program Masjid Al-Kautsar. Semoga menjadi amal jariyah yang tak terputus.
Transfer Bank BSI
Bank: Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor Rekening Nomor Rekening: 7330533956
Atas Nama Atas Nama: MASJID AL KAUTSAR MRINCINGAN
Beri angka unik 012 di 3 digit terakhir nominal infaq.
Apabila memerlukan konfirmasi transfer, Anda dapat menghubungi WhatsApp Takmir Masjid: 081392056812
Profil Masjid
Sejarah Masjid Al Kautsar berawal dari kegiatan ngaji turutan (Metode Baghdadiyah) yang diselenggarakan di sebuah musholla kecil pada tahun 1950-an di rumah tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini kemudian berkembang, berpindah dari satu langgar ke langgar lain pada tahun 1960-1970-an, dengan semangat yang kuat dari jamaah untuk terus belajar dan memakmurkan tempat ibadah. Pada masa itu, pengajian dilaksanakan dengan peralatan sederhana, menggunakan lampu teplok hingga Petromax, dan dipimpin oleh sejumlah ustadz dan tokoh Muhammadiyah di Seyegan.
Pada awal 1980-an, langgar yang sebelumnya digunakan oleh jamaah resmi berubah status menjadi masjid, dengan Nomor Induk Masjid 337/1.5/1984 dari KUA Seyegan. Sejak saat itu, Masjid Al Kautsar menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial masyarakat sekitar.
Nama “Al Kautsar” diusulkan oleh Drs. H. Aris Setiawan, salah satu tokoh Muhammadiyah, dengan filosofi kenikmatan yang banyak. Nama ini mencerminkan harapan agar jamaah Masjid Al Kautsar menjadi umat yang selalu bersyukur, senantiasa memakmurkan masjid, dan kelak mendapat kenikmatan dari telaga Al Kautsar di akhirat.
Hingga kini, semangat kebersamaan tersebut terus hidup. Dari sebuah musholla sederhana, Masjid Al Kautsar tumbuh menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Quran, dan pembinaan generasi muda di Dusun Mrincingan.
Masjid Al-Kautsar didirikan dengan tujuan agar termujudnya UMM & MMU: Umat Membangun Masjid (sebagai bangunan) dan Masjid Membangun Umat (sebagai Lembaga). Dengan kata lain: Terwujudnya Masjid sebagai Pusat Pembinaan Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya.
Misi:
- Memakmurkan kegiatan ubudiyah di masjid;
- Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat;
- Menjadikan masjid sebagai tempat rekreasi dan healing bagi masyarakat;
- Menjadikan masjid menyelesaikan persoalan (problem solving) sosial kemasyarakatan;
- Menjadikan masjid sebagai pesantren dan pusat belajar masyarakat.
Program Kegiatan:
- Mengembangkan seluruh potensi jamaah menjadi kompetensi bagi kemakmuran masjid;
- Mengembangkan metode dan gerakan dakwah jamaah;
- Membina keluarga jamaah yang sakinah sebagai benteng ketahahan keluarga dan jamaah;
- Mengelola majlis taklim di berbagai organisasi otonom yang terencana dan terprogram;
- Menggali sumber dana yang optimal tanpa harus memberi beban kepada jamaah.
Kegiatan Mingguan
1. Pengajian harian setiap ba'da Maghrib
2. Pengajian Ahad pagi ba'da Subuh
3. Amalan malam Jumat (Surat Al Kahfi)
4. Pengajian ibu-ibu "Ash-Sholihah" tiap Selasa sore. Memiliki kas iuran untuk membantu kegiatan sosial (hajatan, TK/SD Muhammadiyah, perawatan jenazah).
5. Pengajian bapak-bapak "Al Mukmin" tiap malam Sabtu
6. Pengajian suami-istri "As-Sakiinah" tiap malam Ahad Wage
Berdiri 23 Juli 1990, hasil pengembangan dari Pesantren Kilat (PKPLP). Masih aktif hingga kini, membina anak-anak dusun Mrincingan dan sekitar. Kegiatan ini dilakukan tiap hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad sore.
Berdiri 1985, menjadi wadah remaja untuk belajar agama, organisasi, dan kepemimpinan. Aktif dengan kegiatan pengajian, arisan ilmu, hingga wisata religi. Melahirkan banyak alumni berprestasi, bahkan ada yang menjadi dosen dan pemimpin muda. Kegiatan ini dilakukan tiap ba'da malam Ahad.
Lokasi Masjid
Mrincingan, Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55561.
Hubungi Kami
Ada pertanyaan atau ingin bergabung dengan kegiatan kami? Gabung ke grup WhatsApp kami!
Gabung Grup WhatsApp